Desain Interior Toko Kelontong

Desain Interior Toko Kelontong

Dengan semakin menjamurnya toko kelontong besar seperti Indomaret, Alfamaret dan yang sejenisnya, merupakan tantangan berat bagi toko kelontong tradisional. Bila tidak mengantisipasi dan mempersiapkan tokonya dengan baik dan cermat, tentu saja akan menjadi tantangan semakin berat untuk toko kelontong tradisional. Namun sebenarnya bila menyediakan sedikit waktu untuk menata dan mengatur desain interior toko kelontong tradisional, sebenarnya bisa pula menjadikan toko kelontong tradisional terlihat rapih, terang dan modern. Apalagi yang dijual sama-sama dari jenis yang sama dan perusahaan yang sama pula sebenarnya.

Kreativitas memang tidak ada batasnya,dan dengan kreativitas ini pula merupakan salah satu upaya bagi toko kelontong tradisional untuk bisa bersaing dengan toko kelontong modern seperti Indomaret, Alfamart, dan sebagainya. Memang benar bahwa pekerjaan ini tidak gampang, namun tetap masih mungkin dilakukan dengan teknik yang mungkin agak meniru tetapi lebih kreatif, khususnya dalam hal desain interior toko yang diinginkan. Penerangan yang cukup dan warna cerah adalah di antara hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pengelola mini market atau toko kelontong tradisional.

Selain mempersiapkan desain interiornya, hal yang tak kalah pentingnya adalah juga mempersiapkan bagaimana penataan barang, jenis barang, pengaturan untuk stock dan alur pembeli dari mulai masuk sampai keluar kembali dan membayar. Tentu saja hal ini bisa diatur bila pembeli sendiri yang mengambil barang seperti dilakukan di toko kelontong besar. Namun bila dilayani oleh seorang pelayan, penataan barang yang baik dan mudah dicari juga merupakan salah satu cara agar pembeli bisa dengan mudah menemukan barang yang sedang dicarinya. Dengan demikian tidak perlu harus berputar atau justru lupa apa yang harus dibeli gara-gara barang tersebut tidak dengan mudah ditemukan.

Desain Toko Kelontong Modern

Mengapa toko kelontong modern lebih dipilih oleh para konsumen? Pertama, toko tersebut terkesan rapi, terang, bersih, dan nyaman. Kedua, harga yang pas bisa membuat konsumen hafal dan dapat memperkirakan uang tunai yang harus dibawanya. Ketiga, pelayanan yang cepat, cekatan, dan ramah dari para pelayan yang berpakaian bersih dan seragam.

Desain Interior Toko

Toko kelontong tradisional biasanya terkesan sumpek, padat, tidak tertata rapi yang menyebabkan calon pembeli tidak bisa dengan leluasa memilih barang yang diinginkannya. Pelayannya pun biasanya hanya berpakaian seadanya dan tidak jarang menunjukkan wajah yang tidak mengenakan, misalnya cemberut. Apalagi, bila belanja saat toko sedang ramai.

Namun tentu saja kebiasaan-kebiasaan buruk yang berkaitan dengan toko kelontong tradisional tersebut bisa segera dihilangkan dan diganti dengan prosedur pelayanan seperti yang diterapkan oleh toko kelontong modern. Prinsip bahwa pembeli adalah raja memang harus senantiasa dikedepankan bila menginginkan memenangkan persaingan. Terkecuali bila Anda adalah satu-satu toko yang ada di kota tersebut, yang menjual barang yang tidak bisa ditemukan di toko lain di kota Anda. Bila menjadi pemain tunggal, boleh jadi tanpa memperhatikan prosedur pelayanan terhadap pelanggan pun, Anda akan tetap dibanjiri pembeli.

Desain Sederhana Rapi dan Bersih

Secara umum barang apapun yang Anda jual, faktor kerapian dan kebersihan toko adalah hal-hal yang harus sangat diperhatikan. Apalagi, bila barang dagangan berupa ikan asin, telur asin, sayuran, dan beberapa bahan bumbu dapur. Bau yang khas dari bahan dagangan tersebut harusnya tidak mengganggu konsumen yang akan berbelanja di toko. Letakkan bahan-bahan tersebut dalam wadah plastik yang bersih dan terkesan tidak asal jadi. Dengan demikian aroma di dalam toko tetap bisa terjaga bersih, sementara barang-barang yang dijual pun tetap gampang terlihat.

Selain itu warna dinding toko merupakan hal penting lainnya. Dengan demikian catlah dinding Anda dengan warna yang menyiratkan kebersihan, semangat, dan inovasi. Misalnya, kuning, hijau, merah, oranye. Susunlah barang dagangan sesuai kebutuhan yang paling sering digunakan. Contohnya, letakkan telur, susu, ice cream, roti, dan bahan lain yang berbahan dasar susu, di bagian depan dekat pintu masuk. Letakkan barang-barang tersebut dalam lemari pendingin yang terlihat senantiasa bersih. Apalagi untuk makanan yang siap santap, faktor kebersihan tempat ini akan mempengaruhi selera pembeli untuk membeli barang tersebut.

Rak-rak tempat barang ditata sedemikian rupa sesuai dengan jenis barang. Tempatkan barang sesuai warna bungkusnya. Tanpa disadari, seringkali pembeli lebih memilih makanan atau barang dengan bungkus yang lebih cerah, semisal merah. Hal ini mungkin karena warna merah lebih menarik perhatian. Ini juga merupakan salah satu kondisi yang bisa diantisipasi sehingga pembeli yang tadi tidak niat untuk membeli, bisa mendadak teringat untuk membeli barang tersebut.

Letakkan tempat membayar (kasir) di bagian depan kanan sehingga para pembeli, mau tidak mau, harus melewati beberapa barang. Jangan lupa menata tempat kasir sedemikian rupa sehingga ada beberapa barang yang mungkin akan dibeli konsumen yang tidak perlu berpikir panjang untuk memenuhi keinginan sesaatnya. Misalnya, sediakan beraneka jenis coklat, permen karet, baterai, alat cukur, dan lain-lain, di dekat meja kasir. Ini juga merupakan salah satu strategi sehingga barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan tersebut tetap bisa menarik perhatian.

Jarak antar rak minimal 70cm. Hal ini bertujuan agar konsumen masih merasa lega ketika memilih barang yang akan dibeli. Tumpukan barang jangan terlalu banyak hingga sering jatuh saat calon pembeli memilah barang yang akan dibelinya. Seringlah memeriksa apakah barang yang ada di rak sesuai name tag yang ditempel di rak, termasuk harganya. Tidak jarang, konsumen merasa kecewa karena harga yang tertera di rak tidak sama dengan harga yang ada di komputer. Jadi, kejelian dan ketelian ini sangat penting. Karena akibat perbedaan harga ini bisa menjadi masalah besar apabila konsumen merasa dibohongi. Masih untung bila tidak komplain, tapi kalau sudah mengajukan komplain dengan berbagai alasan, tentu akan berdampak buruk.

Ingat bahwa keluhan dari seorang pelanggan bisa menular kepada konsumen lain, dan terus akan menjadi perbincangan. Seminimal mungkin hindari masalah komplain dari konsumen. Kalaupun terjadi komplain, selesaikan dengan baik-baik. Usahakan Anda sendiri yang menyelesaikan komplain dari konsumen, jangan diselesaikan oleh karyawan toko Anda terkecuali untuk hal-hal yang sifatnya sederhana. Ingat selalu bahwa Anda adalah penjual, dan di kota Anda bukan satu-satunya yang berjualan seperti barang yang ada di toko Anda. Artinya berbagai upaya harus diperhatikan agar memenangkan persaingan. Dengan demikian setelah memenangkan persaingan, diharapkan tingkat kunjungan ke toko Anda akan ramai.

Itulah hal-hal penting dalam membuat desain interior toko kelontong, yang efektif dan menarik perhatian, sehingga Anda bisa menata barang dengan mudah dan menarik, seperti yang dilakukan oleh toko kelontong besar seperti Indomaret dan yang sejenisnya. Daya tarik interior toko kelontong memang merupakan salah trik untuk memenangkan persaingan dengan semakin menjamurnya toko-toko kelontong besar seperti Indomaret.

Start typing and press Enter to search